Blog

Alat Musik Pertama Arina Mocca

Alat musik merupakan benda yang sangat sakral terutama bagi para penggiatnya. Adakah yang menyangka Arina Mocca ternyata tidak hanya piawai dalam bernyanyi dan meniup flute saja, ia telah disuguhi berbagai alat musik sejak umur empat tahun.

Flute pertama Arina pun jatuh dari tangan kakanya sendiri yang juga sebagai musisi jazz. Hingga akhirnya flute pertamanya itu hilang disebuah hotel bintang lima di jakarta.

arina-flute

Siang itu, sekitar pukul 11.30 WIB, para personil juga tim Mocca baru saja mendarat di bandara Soekarno Hatta, setelah sehari sebelumnya mereka tampil di sebuah acara Jazz di Yogyakarta. Kami berbincang secara virtual membahas “Alat Musik Pertama yang dipakai Arina Mocca”.

Perbincanganpun dimulai dengan sangat excited ketika Arina ditanya “Alat Musik Pertamanya”.

Sejak umur empat tahun Arina sempat diberi pilihan oleh almarhum ibunya “antara les ballet atau musik”, lalu ia berpikir ternyata gerakan-gerakan ballet cukup menakutkan. Akhirnya tekadnya bulat untuk mengikuti kursus musik di Kota Medan bersama kakaknya (Dewi Lestari).

Organ yang saat itu berada dirumahnya, ternyata salah satu benda yang cukup melegenda di benak Arina, karena ternyata organ itulah yang pertama kali ia gunakan untuk mengenal alat musik. Meskipun pada akhirnya ia mulai melupakan skill-skill sejak kecilnya itu, karena semasa sekolah menengah ia sudah jarang memegang alat tersebut.

Walaupun begitu, setidaknya di lagu “I Remember” dan “Lucky Man” Arina lah yang mengisi instrumen piano, “lagu I Remember di versi rekaman saya yang main looh hehehe, lagu Lucky Man juga, walau karena pas take gagal terus, terpaksa takenya dipisah tangan kiri dulu baru kanan hahaha” lanjutnya sambil tertawa.

Tidak hanya piawai dalam memainkan piano saja, sejak masa smp ia mulai mencoba instrumen lain untuk memperkaya wawasan bermusiknya. Arina pun memilih gitar! ia mulai belajar secara otodidak.

“Semua gara-gara lagu more than words-nya band extreme.. (bukan westlife yah adek-adek! catet!) hehehe, Gara-gara denger lagu itu, saya punya harapan untuk bermain gitar” ujar vokalis Mocca dengan penuh harapan bisa memainkan gitar dengan hebat.

Terbukti cita-citanya itu tidak sia-sia, Arina mampu mengisi instrumen gitar di lagu “Somewhere in my dreamland” di album Home.

Sebelum membentuk Mocca, Arina sempat mencoba memainkan instrumen Bass, dan membuat band yang awalnya mengcover lagu-lagu Sex Pistol, lalu band tersebut ia beri nama ‘Gerakan Punk Interior’, meskipun hanya sebatas sampai membuat poster untuk manggung di inagurasi saja.

Tidak ada alat musik yang ia beli sendiri saat itu, hampir semua alat musik yang ia mainkan adalah hibahan dari sang kakak. mulai dari pianika, recorder, harmonika, tin whistle, hingga flute pertamanya!! yang juga lungsuran dari kakaknya itu.

Akhirnya, Mocca pun terbentuk semasa Arina masih berstatus mahasiswa. Flute pertamanya itu akhirnya ia gunakan untuk beberapa show Mocca. Hingga suatu hari seusai perform di Jakarta, flute juga ransel yang disimpan di sebuah Hotel bintang lima itu hilang…

“saat itu saya pakai ngejob diluar Mocca, eh.. flute nya ilang!! Ransel saya hilang di sebuah hotel bintang lima di jakarta setelah selesai perform… dan raiblah flute kakakku. Padahal besoknya harus manggung di Radio Oz Bandung, terpaksa saya bawa accordion yang punya kakak saya juga, dan maennya ngaco… hahahaha” sambil tertawa Arina bercerita.

Seusai kejadian itu, akhirnya Arina terpaksa membeli flute dengan uangnya sendiri. meskipun sementara ia membeli flute second merek armstrong di guru clarinetnya karena flute yang ia beli memakan waktu yang cukup lama untuk sampai di Indonesia, flute nya itu ia beli di Amerika lewat temannya yang kebetulan pulang kampung.

Akhirnya setelah menunggu beberapa bulan flute barunya yang dipesan lewat temannya di Amerika itu hinggap di tangan vokalis berdarah batak ini. Merknya “Gemeinhardt 22 SP” ia pakai hingga saat ini, karena flute yang saat ini cukup enak dipakai, ia pensiunkan flute second yang dibeli dari guru clarinetnya itu.

“Ini dua-duanya flute seri student, karena merasa kemampuan saya belum layak untuk upgrade ke seri intermediate hahaha kalo flute pertama dipakai (pinjem dari Imel) itu merk lark, niupnya sangat perjuangan, alatnya sangat kurang cocok buat pemula (alias kurang mahal.. harga moal ngabobodo hahaha)” lanjut Arina sambil tertawa.

Dari sekian banyak alat musik yang Arina pelajari, ternyata ada satu alat musik yang sangat ia banggakan dan menjadi ter favorite bagi nya hingga saat ini. Alat musik itu adalah “Clarinet”. si Tongkat Setan ini (julukan clarinet) ternyata pernah juga ia pelajari, meskipun pada kenyataannya fingering dan teknik peniupannya terbilang paling sulit dari brass section lainnya.

arina-ukulele“Saya pernah belajar clarinet, sempat lumayan loh padahal, tapi terpaksa berhenti sejak saya operasi kista ovarium juni 2003, karena niupnya pake nafas perut, tiap niup jahitan di perut saya menegang, jadi serem ah… berhenti deh..” ungkap Arina.

Meski sudah tidak pernah digunakan, Clarinet ini tetap menjadi Instrument nomer satu bagi Arina, bunyinya yang jenaka membuat ia sangat suka dengan alat ini.

“Dan yang kedua adalah Gitar… karena lagu-lagu yang saya tulis untuk Mocca lahir dari instrumen ini. Meskipun untuk tampil live agak kurang didukung personil Mocca lainnya.. mereka bilang kurang pantes.. hahahaha” Arina tertawa sambil menutup pembicaraan pada hari itu.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.