Blog

Cerita Mocca Manggung yang Serba Pertama Kali

mocca-manggung

Perbincangan tentang ‘pembajakan’ alat musik adik kelas, Flower Pop hingga pertemuan pertama dengan band pujaan, Naif.

Siang itu, tanpa dihalang-halangi teriknya panas matahari kami berbincang hangat lewat jarak jauh. Pernostalgiaan dimulai dengan  kata “Chaos!” yang dilontarkan Riko. Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS) menjadi tempat bersejarah bagi awal cerita Mocca. Tahun 2001, mereka bermain pertama kali di acara Inagurasi. Status kesenioran sedang hits di zaman itu. Mereka ‘membajak’ semua alat musik salah satu band adik tingkat. Lagu-lagu yang dibawakan di panggung pertama itu, ‘Twist Me Around’, ‘Blah, Blah, Blah (cover The Cardigans)’, ‘Life Keeps On Turning’ dan ‘Me And My Boyfriend’. Lucunya, ‘Me And My Boyfriend’ dibawakan sekali lagi sebagai lagu request terakhir penoton.

“(Tertawa) Suasananya chaos! Jadi ada band adik kelas kita main, pas beres, kita langsung pinjem alat-alatnya. Ya mereka pasrah ajalah,” ungkap Riko.

Mocca pada itu sudah merampungkan lima buah lagu, diantaranya ‘Me And My Boyfriend’, ‘Life Keeps On Turning’, ‘Twist Me Around’, ‘Secret Admirer’ dan ‘Rain Will Fall’, beberapa lagu yang ada dalam album “My Diary”

“Semacam panggung berkesan, juga percobaan pertama dalam perjalanan karir Mocca. Indra nervous banget, sampe berkali-kali ke wc, kalau Toma dan Arina mondar-mandir. Sedangkan saya, udah terlalu sibuk buat nervous. Waktu itu belum ada manager, jadi yang ngurus-ngurus ke panitianya saya,” cerita Riko beberapa saat sebelum boarding dari Jambi bersama yang lainnya.

arina-oaMasa-masa pilu awal merintis sebuah band Indie sering mereka alami. Walaupun sudah memiliki satu buah album, tetap saja ada yang membayar dengan nasi kotak. Atau, jika mereka sedang dihinggapi dewi fortuna, acara besar bisa mendatangkan makanan cepat saji yang cukup enak.

Setelah single pertama mereka ‘Me And My Boyfriend’ diterbangkan lewat siaran radio. Fans Mocca berdatangan. Waktu itu, Swinging Friends belum terbentuk. Sampai, “Flower Pop” dijadikan sebuah momentum nama Mocca yang semakin melejit. Gedung Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) – gedung yang paling bagus tahun itu di kawasan Buah Batu Bandung – saksi pertunjukkan Mocca yang mencuri perhatian. Formasi besar saat itu, memakai perkusi yang dimainkan Donny, brass section dimainkan Tommy dan Dian – ikut sampai sekarang – serta Arina yang memainkan flute. Ditambah satu personil gitar, Dedon – adik Toma. Band lainnya di “Flower Pop” seperti, Laluna, Cherry Bombshell, Maymelian, dan Ravenina. Semuanya bervokalis wanita.

“Lumayanlah deg-deg-annya, acara Flower Pop itu main di sela-sela kita rekaman. Disitu kita makin semangat ngeberesin album My Diary,” tutur Riko, satu-satunya personil Mocca yang memakai kacamata.

Gebrakan di Bandung, sudah mereka perlihatkan musikalitas penuh. Saatnya, kota Jakarta. Bersama The Milo, The Upstairs dan Club 80’s euphoria swing baru di musik indie mulai tercipta dalam “National Front Disco”.  Nasta – istri dari Henry ‘batman’ personil Goodnight Electric – salah satu orang penting dalam jalannya karir Mocca.

“Dulu sebelum ada tol Cipularang kita ke Jakarta kan harus lewat puncak. Dia punya rumah kosong gitu di Jakarta, jadi kalau Mocca ada manggung kita bisa singgah disana buat bersiap-siap, istirahat atau sekedar mandi juga,” ingat Riko.

Mocca bersama NAIF dan Eddy Brokoli di backstage
Mocca bersama NAIF dan Eddy Brokoli di backstage

Album “My Diary” di tahun 2002 dibuat dengan 13 trek lagu popular. Salah satunya ‘What If’. Dalam video klip ‘What If’ ada cerita yang paling berkesan. Ulang tahun Deteksi Jawa Pos di Surabaya, menjadi destinasi pertama Mocca main diluar kota. Selain Bandung juga Jakarta. Ini pun kisah yang tak terlupakan bagi Mocca. Pertemuan pertama dengan sang idola, Naif. Mereka begitu bahagia. Tak tahan berjoget-joget di backstage bersama Eddy Brokoli, saat Naif sedang beraksi di atas panggung.

 

[Cynthia Novianti]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.