Blog

Dibalik Kesuksesan Mocca Ada Tim Yang Siap Gerak!

unity is strength…
where there is teamwork and collaboration,
wonderful things can be achieved

Mattie J. P Stepanek

Quotes di atas memanglah benar. 17 tahun sudah Mocca bersama punggawanya mengarungi lautan yang surut hingga pasang. Mengalami yang datang dan pergi sampai akhirnya mereka mendapatkan kepastian. Sampai saat ini tentunya. Kesuksesan Mocca sangat banyak dibantu oleh mereka yang duduk dibelakang layar. Hal-hal indah itupun mewarnai setiap momentum dalam perjalanan karir Mocca.

all-mocca-crew

Masih berawal dari teman-teman satu kampus, Mocca dan tim mereka berangkat. “kita baru mau masuk ranah professional tapi kita memulainya dengan tidak professional,” tulis Riko disertai tanda tawa di balasan surel yang kami terima.

Selain menemukan personil yang sudah cocok. Dulu, mereka sempat mendapatkan player seperti pemain perkusi ada Mas Donny, saxophone ada Myra dan sempat pula mengajak adik dari Toma, Ihsan ‘dedon’ bermain gitar. Hingga sekarang, pemain keyboard, trumpet dan trombone masih saja mereka siapa lagi kalau bukan Agung, Tommy dan Dian. Tim manajemen pun hanya 3 orang saja, ada Mas Vira di road manajer, Wansky di bisnis manajer dan Nindyas di manajer keuangan. Sedangkan untuk tim teknisi tak banyak waktu untuk mengenal mereka karena terlalu banyak yang datang silih berganti. Ataupun masuk tim manajemen band lain bahkan ada yang menjadi musisi. “Tapi tim teknisi sekarang bisa dibilang paling awet dan tersolid. Ada, Trio (stage manager), Gio dan Joseph (Sound Man), Derry (Teknisi Gitar), Mang Ochel (Teknisi Bass), Bayu (Teknisi Drum) dan Jovy (Photographer),” cerita Riko cukup panjang.

mocca-kurawisRiko dan personil Mocca lainnya menganggap mereka bukan hanya sekedar tim tetapi suatu keluarga besar. Apalagi ditahun Mocca sedang diuji dalam masa vakum. Tim manajemen dan teknisi selalu setia menunggu. “Komunikasi sih jalan terus, hal-hal kecil kayak grup WA tetap aktif, walaupun enggak ngomong tentang kerjaan. Ya becanda-becanda aja,” tulis Riko disela-sela perjalanan menuju Kota Surabaya.

Kunci dari kesolidan antara Mocca dan semua timnya berasal dari saling menghargai satu sama lain. Tidak pernah ada kata membedakan antar seseorang apalagi sebutan ‘atasan’ juga ‘bawahan’. “Semua sama rata. Hanya dipimpin oleh satu komando dari road manager, Mas Vira,” tulis Riko dengan tegas.

pa-tommy-mocca

Sama halnya dengan Riko dan teman-teman Mocca lainnya. Tommy, sang peniup Trumpet senang bisa bekerja sama dengan Mocca sampai detik ini. Memoar yang berharga tak pernah ia lupakan. “Ketika ketemu masa-masa sulit tapi, itu malah membuat Mocca nya semakin kompak dan bertahan sampai sekarang,” ungkap Tommy yang saat itu tengah berlatih di studio bersama Mocca.

Pencapaian yang mereka ingin selalu jalani ialah, menjadi satu keluarga besar tumbuh bersama. Layaknya sebuah pohon. Orang-orang dibalik layar mocca, ibarat akar yang sangat kuat tertanam dalam tanah.

“Mereka tidak terlihat di permukaan tetapi justru menopang pohon untuk tumbuh. Batang pohonnya sendiri itu Mocca, Swinging Friends sebagai dahannya lalu buahnya sendiri itu adalah lagu-lagu yang Mocca ciptakan agar bisa dinikmati banyak orang,” balas Riko setelah pentas bersama Mocca.

((Cynthia Novianti))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.