Blog,  FriendsClub

Jalanan: Dokumenter “Buskers” di Jakarta

jalanan-1Jalanan, sebuah film yang memandang kehidupan di kota Jakarta dari kacamata 3 orang buskers (kata busker baru saya ketahui dari english subtitle film ini) atau dalam kata lain pengamen jalanan. Ada 3 tokoh utama disana Boni, Ho, dan Titi. Dibalik kesehariannya mengamen untuk menyambung hidup dan bertahan di kota Jakarta, ada cita-cita lain yang ingin mereka rengkuh. Misalnya Titi yang ingin menyelesaikan pendidikannya, Ho yang mengejar cinta, hingga Boni yang memimpikan tinggal di hotel bintang 5 (atau setidaknya yang lebih layak daripada di kolong jembatan lah…)

Sebenarnya saya sudah lama mendengar proyek film “Jalanan” ini, sekitar tahun 2007 dari sebuah podcast yang saya unduh di website MoccA. Loh! memangnya apa hubungan film Jalanan ini dengan Mocca? hehehe…nanti kita bahas dibawah ya 😛

Ternyata proses pembuatan film ini memang tidak sebentar. Film yang diracik selama 6 tahun ini memang bukan dokumenter biasa. Sebab, baik dari pemain yang merupakan benar-benar pengamen jalanan, tidak ada skenario, dialog-dialog pun mengalir begitu saja dengan bahasa slang ala anak jalanan.

Sepertinya keadaan Jakarta sangat tergambarkan segala sesuatunya walaupun hanya diwakilkan oleh ketiga orang ini, mulai dari masalah sosial, politik, seks, cinta, sampai masalah bencana seperti banjir. Lagu-lagu di film ini sebagian besar dinyanyikan oleh mereka bertiga, lirik-liriknya yang terkesan humoris namun satir mengajak kita ikut merasakan apa yang dirasakan mereka. Beberapa qoutes seperti “Namanya hidup ya harus dihidupkan” atau “Kerja, bikin apa saja yang penting jadi” cukup menampar kita bahwa tidak baik jika kita banyak mengeluh, kerjakan apa yang kita bisa. Jika kalian rindu menonton film Indonesia yang inspiratif, maka film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton. Karena film ini mungkin tidak akan bertahan lama di bioskop, pastikan kamu meluangkan waktu untuk nonton film ini segera.

Film Jalanan sudah beredar luas 10 April 2014, hanya di beberapa bioskop saja di Jakarta. Sedangkan di Bandung dan Surabaya baru masuk di tanggal 24 April (sementara) hanya di satu gedung bioskop saja. Kebetulan kemarin (24/04) saya ikut nonton penayangan perdana film Jalanan di kota Bandung. Kebanggaan tersendiri selain bisa nonton di hari pertama, juga bisa ketemu langsung dengan casts dan sutradaranya.

Sang Sutradara, Mr. Daniel Ziv

Adalah seorang Daniel Ziv, Sutradara, juga dikenal sebagai jurnalis asal Kanada yang sudah lama tinggal di Indonesia yang berhasil menyajikan potret realita dari 3 orang buskers; Boni, Ho, dan Titi dalam menjalani kerasnya hidup di Jakarta. Atas jerih payahnya selama 6 tahun, film “Jalanan” ini diganjar sebagai “Best Documentary” Winner di Busan Film Festival 2013.

jalanan-movie-3Pertemuan saya dengan Daniel Ziv walaupun singkat tapi sangat berkesan, saya berkesempatan ngobrol tentang film dan tentang Mocca. Hehehehe. Karena jujur saja saya tau Daniel Ziv itu dari salah satu podcast Mocca, disana diceritakan kalau Mocca sedang merekam lagu Joe Rapozo yang berjudul “Sing” untuk diikutsetakan menjadi soundtrack film Jalanan ini. Setelah saya tanyakan kenapa lagu “Sing” tidak jadi dimasukkan kedalam film ini, Daniel menjawab bahwa dia dan tim akhirnya memutuskan untuk tidak memasukkan sama sekali lagu berbahasa Inggris kedalam film ini. Beliau ingin film ini terkesan lebih Indonesia dan “jalanan” banget.

Oiya…jika kalian perhatikan, nama Daniel Ziv ini selalu ada di halaman “thanks to” setiap album-albumnya Mocca. Coba deh buka-buka lagi kaset atau CD Mocca. Eh bulan depan bakalan ada kejutan dari Mocca & Daniel Ziv…apa itu? tunggu saja di bulan Mei 🙂

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.