Blog

Perubahan Fashion Personel Mocca dari Waktu ke Waktu

Fashion merupakan satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari dunia entertain, selain menjual musiknya, band juga harus bisa menjual penampilannya di depan publik, karena itulah yang juga menentukan bagaimana terbentuknya Imej band tersebut dimata publik.

bs-2006-060

Di era kemunculan Mocca, sekitar tahun 2000 – 2002, Mocca mulai menginjakan kakinya di beberapa panggung besar. Sebut saja event-event seperti launching AADC 1 Series, RCTI, dan event-event besar lainnya.

dscn7346Mocca sudah mulai go publik dengan nomor-nomor andalannya seperti “Me and My Boyfriend” dan “Secret Admirer” yang menjadi hits dimana-mana. Hal itu mengharuskan mereka tampil dengan sepaket penampilan yang dapat menjual, tidak hanya musik nya saja, tetapi fashion pun menjadi salah satu hal yang perlu di perhitungkan.

Tapi bagaimana pun juga para personel mocca sadar mereka merupakan band yang masih bisa dibilang start up saat itu. Hingga akhirnya mereka tidak terlalu muluk-muluk mempermasalahkan fashion.

mocca-jadul2“Fashion pertama kita gak ada patternnya saat itu hahaha, lebih se adanya di lemari aja. Cuma kita bikin patokan, kalo musik kita kan ada unsur retro nya, dan lagunya rapi, jadi sebisa mungkin fashionnya rapi juga” Ujar Riko saat ditanya seputar fashion pertama mereka.

Dasi sutra, sepatu docmart dan beberapa kemeja selalu melekat di imej seorang Riko Prayitno, begitupun dengan Arina yang selalu memakai overall jeans saat bernyanyi, Toma dengan fedora hat nya dan Indra yang sebenarnya senang menggunakan kaos harus bisa menyesuaikan kepentingan band yang mengharuskannya mengenakan fashion yang senuansa, yaitu kemeja rapih.

“Dulu saya suka so-soan lempar dasi di stage, padahal saya beli di gedebage atau kebon kelapa, tiga ribuan kalo belinya banyak hahaha, dasi impor gitu… kesannya gaya, dasi-dasi sutra di lempar” ungkap Riko menceritakan aksinya diatas panggung.

Terlepas dari itu semua, Mocca ternyata sangat di lirik oleh beberapa clothing lokal yang saat itu baru bermunculan, dan akhirnya satu brand bernama “No Label” mampu menggaet empat pemuda Bandung tersebut. Dari No Label, Mocca dibekali beberapa barang di setiap penampilannya, jaket, kaos, hingga celana semuanya hasil dari kerja sama bersama No Label.

Pasca album ke-3, Mocca sudah mulai berubah gaya. Saat itu mereka mendapat tawaran kerja sama dengan clothing lokal bernama “347”, dari sini mereka mulai memakai jas yang dibuat khusus oleh clothing tersebut.

Namun mereka pun sempat berganti gaya dengan menggunakan cardigans-cardigans yang mendukung kesan retro dari band ini. Cardigans ini mereka dapatkan dari kerja sama dengan clothing lokal lagi bernama “Ouval”. Sejak 2006 hingga saat ini merekapun masih di endorse brand yang sama “Ouval”.

“Lama juga brarti ya… tapi pas cowok-cowok sama Ouval, Arina udah sama Fragrance Kiki Chan. Kayaknya 90 persen fashion saya dari Ouval. Baju, celana, celana pendek, dompet, sabuk, sendal. Hahaha” ungkap Riko sambil tertawa.

“Kalo ngeliat Mocca sekarang, kayaknya sih cocok-cocok aja, apalagi cowoknya yang selalu berdandan rapih dengan kemeja yang dipadukan dengan cardigans atau jas, tapi kayaknya sesekali kalo di acara formal mungkin lebih cocok kalo ditambah asesoris kayak topi… hmm kalo untuk dasi sih mending gausah soalnya udah cukup elegan dengan kemeja berkerah dan cardigans atau jasnya” ungkap Yessy, fashion stylist asal Loubelle.

Untuk saat ini fashion Mocca lebih terlihat rapih dan simple, mungkin dengan gaya seperti ini mereka lebih nyaman diatas panggung, “Seakan tidak terlalu formal tapi terkesan elegan aja, apalagi kalo Arina pake dress yang simple tapi detailnya unik atau kimono-kimono gitu mungkin makin terlihat wah di mata penonton” ujar Yessy kembali.

mocca-foto-ses

Pada akhirnya, fashion itu seperti translate an dari musik yang dimainkan, jadi supaya pesan kita sampai, harus satu paket ditampilkan. Indra pendengaran dan penglihatan match dengan apa yang ada. Dan orang datang ke gigs itu untuk menikmati satu paket show.

“Ketika kita punya niat untuk menghibur orang, bagusnya kita datang dengan satu paket. Setidaknya dari fashion, statement yang Mocca tampilkan bakal terlihat bahwa kita siap dan niat untuk memberikan yang terbaik buat audiens” Ujar Riko menutupi perbincangan malam itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.