Blog

Review Album “Home”

cover-homeBAND Mocca lahir dari industri kreatif Kota Bandung yang melibatkan banyak kaum muda potensial baik dalam penggarapan materi musik mereka maupun tampilan estetis seperti video klip hingga album fisiknya. Pada album ketiga mereka yang berjudul “Colours”, kemasannya dibuat seperti kemasan pensil warna bernuansa vintage.

Kini, album terbaru mereka berjudul “Home” juga dibuat sangat unik yakni menyerupai bentuk bangunan rumah lengkap dengan atap segitiganya. Visual berupa gabungan foto dan grafis pada album tersebut dibuat dengan teknik kolase tiga dimensi sehingga terkesan lebih hidup.

mocca-arTak hanya itu, gambar pada kemasan albumnya juga bisa dibuat benar-benar “hidup” lewat aplikasi bernama Augmented Reality. Aplikasi digital yang bisa diunduh di gadget bersistem Android atau iOS itu menampilkan efek gambar yang lebih hidup. Setelah diaktifkan, aplikasi tersebut akan berkombinasi dengan sistem kamera gadget. Saat kamera disorotkan pada kemasan albumnya, sistem aplikasi itu pun secara automatis menscan gambar tersebut dan memunculkan efek pada layar gadget seolah gambar keluar dari kemasannya.

Salah seorang personel band Mocca, Toma mengaku ingin menyajikan hal unik dalam album keempatnya itu. “Kami ingin selalu bikin sesuatu yang berbeda dari setiap album Mocca. Jadi kami mencari apa yang sedang ngetrend saat ini, salah satunya aplikasi Augmented Reality ini,” kata Toma.

Toma mengatakan, Mocca bekerja sama dengan pengembang aplikasi mobile Octagon AR untuk mewujudkan keinginannya itu. Kebetulan, pengembangnya ternyata berasal dari Kota Bandung, tempat asal bandnya dibentuk pada 1997 silam.

Materi Album

Selain tampilannya, album Mocca kali ini memang diakui para personelnya cukup berbeda baik dari materi musik maupun cara memiankannya. Perubahan karekter bermusik mereka terlihat jelas dari single berjudul “Changing Fate”. Satu-satunnya ciri khas pada lagu itu mungkin hanyalah warna suara sang vokalis, Arina.

cover-home-setIndra menegaskan, perubahan karakter bermusik pada lagu tersebut dipengaruhi oleh musikalitas para personel yang terus berkembang. “Dalam lagu itu, kami memainkan alat musik masing-masing dengan cara berbeda dibanding biasanya, secara tidak sadar jadilah komposisi musik seperti itu,” kata Indra saat di temui di sela-sela waktu latihan bandnya.

Menurut Riko, materi untuk album kali ini seakan menunjukan perjalanan bermusik bandnya selama 15 tahun terakhir. Ia mengakui ada beberapa lagu yang terasa asing seperti lagu “Changing Fate” dan “Good Morning Song”, tapi juga ada beberapa lagu lain yang justru terdengar “Mocca banget” seperti “Imaginary Girlfriend”, “Boundle Of Joy” dan lainnya.

Jadi lagu-lagu Mocca di album ‘Home’ itu sangat berwarna, variatif karena terdapat lagu-lagu yang kata orang itu Mocca banget. Tapi di sisi lain ada juga lagu-lagu yang terdengar asing di telinga para pendengarnya,” kata Riko menambahkan.

mocca-rumahSelain itu, metode pembuatan lagu-lagu di album kali ini juga dianggap sangat berbeda oleh sang vokalis, Arina. Pembuatan lagu dilakukan di rumah masing-masing, Arina di Amerika Serikat, sedangkan Riko, Indra dan Toma di Indonesia. Karena itu pula album kali ini diberi judul “Home”.

“Meskipun arti kata ‘Home’ di sini bisa dimaknai lebih luas, tak hanya menceritakan bangunan yang menjadi rumah itu sendiri, tapi lebih ke hubungan persaudaraan antara para anggota keluarganya,” kata Arina. Bagi Arina pribadi yang harus menetap di negeri paman sam, makna rumah pada albumnya kali ini diwakili oleh lagu berjudul “Bandung” dan “Home”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.