Blog

MOCCA?

mocca-jadul1Mocca itu rasa yang unik, khas, dan spesifik, campuran rasa kopi dan coklat, rasa yang gak sepopuler coklat atau vanilla, tapi orang banyak yang suka, dan rasanya engga menganggu rasa yang ada, malah ngasih different flavour” Mungkin kalimat itu yang terlintas dipikiran Arina saat memaknai nama bandnya.

Siapa sangka nama kuartet indie pop yang begitu melegenda ternyata awalnya hanya muncul secara cuma-cuma, yaa begitulah awal terbentuk ide nama “MOCCA”. Riko Prayitno yang saat itu baru menyelesaikan tugas akhirnya sebagai mahasiswa design, Institut Teknologi Nasional, langsung membulatkan tekadnya untuk serius membuat band, “gw baru selesai yudisium, gw langsung ke kontrakannya Toma sambil bilang ‘gw udah beres kuliah.. ayo kita nge-band” ujarnya.

mocca-jadul2Ke nekad-annya untuk nge-band ternyata didukung temannya yang lain (Arina, Toma, dan Indra), tak ketinggalan juga izin dari orang tua yang menyertainya untuk makin mantap serius di bidang ini. Riko dan Arina sempat satu band dulunya, Toma dan Indra pun tidak ketinggalan saat itu, mereka membuat band lain sebelum terjun bersama-sama ke Mocca. “saya sama Arina pecahan dari band terdahulu, dulu saya dan Arina satu band, Toma dan Indra di band yang lain, karena dua-duanya gak jalan, saya ngajak Indra dan Toma beresin materi-materi yang terbengkalai” Ujar Riko.

Materi lagu yang sempat dibuat oleh Riko itu mulai ditata ulang bersama teman band barunya (Sekarang Mocca), “Materi punya saya, terus lirik di edit sama Arina, saya coba tawarkan pada Toma dan Indra, taunya apa yang di pikiran saya nyambung dengan yang lain” ucap Riko, Pada awalnya mereka hanyalah band kampus, meski berbeda jurusan mereka saling berteman satu sama lain, hingga berlanjut sampai pada titik dimana mereka memutuskan membuat band bersama, dan lalu terciptalah band bernama “Mocca”.

mocca-lightsRiko-lah yang menemukan selentingan nama itu sebelum mereka naik panggung “apa ya namanya? masa namanya band 95?, udahlah Mocca aja!!” ucapnya saat itu. Di awal-awal tahun 1999 mereka pertama kali kumpul, dimana kontrakan Toma-lah yang berada di JL. Sadang Serang, Bandung menjadi tempat paling melegenda. Sejak saat itu mereka ber-empat mulai mencoba membuat materi-materi baru yang ter-influence oleh nama-nama seperti Weezer, Frank Sinatra, juga The Cardigans, meskipun sebelumnya mereka lebih senang dengan selera musik masing-masing.

Siapa sangka Riko yang sekarang merupakan salahsatu gitaris band indie pop terpopuler di indonesia, dulunya selalu mendengarkan lagu-lagu bernuansa Rock, begitupun dengan Indra yang mendengarkan musik Rock hingga Metal, seakan terbalik dari kebiasaan lamanya dan mereka sepakat mengusung genre bernuansa pop. Tidak kurang dari 17 tahun, band yang memiliki nomor-nomor seperti I Remember, Secret Admirer dan Me and My Boyfriend itu, hingga saat ini masih eksis di jajaran band indie pop papan atas.

 

(rama bintang)

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.