Blog

Welcome to Mocca’s Secret Show 3

Copyleft from KORAN KOMPAS (03/03). Band beraliran pop swing asal Bandung, Mocca, mengadakan konser sebagai bentuk terima kasih kepada penggemar setia mereka dalam Secret Show #3 Dedicated to Our Dear Friend di Saung Angklung Udjo, Bandung, Minggu (1/3). Bagi Mocca, kehadiran penggemar bisa memicu kreativitas dalam berkarya.

Konser dimulai sekitar pukul 20.00 dengan lagu My Only One. Mocca berawak Arina Ephipania pada vokal dan flute, Riko Prayitno (gitar), Achmad “Toma” Pratama (bass), dan. Indra. Massad (drum) didampingi dua musisi pendukung, Tommy pada trompet dan Agung pada keyboard dan xylophone. Kuartet yang berdiri tahun 2001 ini sukses menghibur sekitar 300 penonton dengan 17 lagu. Sebagian besar penonton merupakan penggemar Mocca yang tergabung dalam Swinging Friends (SF). Anggota SF yang Ingin menyaksikan konser ini mendaftar di markas mereka di kawasan Sidomulyo dan membayar Rp 10.000. Adapun non-anggota dipungut Rp 20.000. Penyelenggara memberitahu lokasi konser kepada calon penonton yang terdaftar hanya beberapa jam sebelum konser dimulai.

“SF terbentuk setelah Mocca mengundang sepuluh penggemarnya yang boleh membawa satu teman untuk menyaksikan latihan mereka (Rehearsal Show) di Studio Aru tahun 2007. “Supaya terus bisa berkomunikasi, kami sepakat membuat wadah”, kata Agung Kurniawan yang didaulat menjadi Presiden SF. Hingga kini sekitar 400 orang tercatat menjadi anggota. Umur dan profesinya beragam, dari murid TK hingga pegawai negeri.

Keberadaan kelompok penggemar bisa membantu proses kreativitas. “Kami jadi lebih sering berinteraksi dengan mereka, terutarna yang datang ke markas. Dari interaksi itu biasanya muncul ide untuk membuat lagu”, kataIndra. Oleh karena itu, Mocca menganggap perlu untuk memanjakan penggemar. Salah satu caranya dengan mengadakan konser khusus untuk mereka. “Acara ini merupakan kesempatan bersilaturahmi antara kami dan pendengar. “Selain itu, kami juga ingin tahu seberapa banyak pendengar Mocca sekarang”, kata Riko seusai konser. Toma menambahkan, mereka bisa bertahan hingga delapan tahun juga karena keberadaan penggemar. “Kami enggak mungkin bisa bertahan sampai sekarang kalau tidak ada yang mendengarkan” ujarnya. (HEI-KOMPAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.